Minggu, 11 Maret 2012

Maaf, Saya Tidak Pacaran..!!

Inilah prinsip dalam hidup saya yang sampai saat ini terus saya pertahankan. Mungkin bagi sebagian besar anak muda prinsip saya yang satu ini akan terasa aneh di telinga mereka. Tidak jarang pula prinsip yang satu ini terkadang mendapat ejekan dan cemoohan dari teman-teman sekitar kita, entah teman kuliah atau teman bermain. Hal ini dikarenakan mereka belum tahu. Bahkan boleh saja dari mereka ada yang berkata;

 "Hari gini belum pernah pacaran??? capek dech...!!!" atau mungkin juga ada kata yang seperti ini;
"Jadi anak muda koq ga gaul sih lu..?! Udah jangan sok suci kamu, jangan jadi orang yang kolot, nikmatin masa muda kita..!" Bahkan yang lebih kasar ada yang berkata ; "kamu homo ya..,koq ga mau pacaran??? Oh tidakkkkk...keterlaluan sekali nih orang mengatakan saya "homo"..astaghfirullah....!!

Tak apalah mereka mau bilang ke saya begini dan begitu karena saya tidak pacaran. Tapi ini prinsip bro...prinsip..!! Yang mana sebuah prinsip dalam diri seseorang bagi saya tak boleh "diganggu gugat" oleh seorang pun, kecuali jika prinsip saya tersebut menyalahi norma dan sayariat.. Yang menjadi pertanyaan bagi saya kepada mereka yang menantang prinsip saya adalah "emang saya salah ya kalo saya ga pacaran..? Kalo emang saya salah, tunjukin salah saya dimana???!! Bagi saya terserahlah orang mau mengatakan saya kolot atau ketinggalan jaman karena tidak pacaran. 


Saya ingin menjelaskan lagi bahwa setiap orang punya prinsip dalam hidupnya berdasarkan apa yang diyakini kebenarannya. Prinsip dalam hidup saya adalah berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadits. Dalam Islam, masalah kesucian adalah sangat di utamakan. Itulah sebabnya pelajaran pertama dalam ilmu fiqh adalah masalah bab "thaharah" atau tentang masalah bersuci. Ini di harapkan agar ummat Islam selalu menjaga kesuciannya baik lahir maupun batin. Diantara kesucian-kesucian yang harus dijaga adalah mengenai masalah kesucian hubungan antara pria dan wanita. Jika saya melakukan pacaran dengan wanita yang belum halal bagi saya, berarti  saya telah menodai kesucian diri sendiri serta menodai kesucian wanita tersebut. Prinsip saya tidak menjalankan pacaran sebelum menikah adalah semata-mata untuk "menjaga kesucian" jiwa dan raga ini dari hal-hal yang dilarang oleh agama Islam. Mungkin orang akan mengatakan saya kolot, kampungan, ketinggalan jaman bahkan primitif sekalipun saya tidak peduli dengan ucapan mereka. Saya bahagia dengan apa yang saya yakini kebenarannya.

Bagi saya, pacaran sebelum menikah tidak ada dalam kamus di kehidpan saya. Ada beberapa alasan mengapa saya tidak pacaran sebelum menikah selain yang telah saya sebutkan di atas sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa alasannya: 
  • Yakin bahwa dalam Islam telah mengatur adab-adab pergaulan antara pria dengan wanita. Alloh SWT memberikan "apresiasi" terhadap orang-orang yang bisa menjaga kemaluannya (fari') sebagaimana dalam firmaNya:

 " Sesugguh beruntunglah orang-orang yang beriman......(yaitu) orang-orang yang menjaga kemaluannya  kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS. Al Mu'minun: 1, 5-6)

 "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang bruk. (Al Isra': 32)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita dilarang untuk mendekati perbuatan zina. Dan pacaran adalah salah satu cara dalam mendekati perbuatan zina tersebut.
  • Bagi kebanyakan pemuda saat ini, katanya pacaran dapat meningkatkan semangat dalam hidup, banyak manfaatnya. Namun bagi saya, pacaran adalah suatu aktifitas yang banyak "mudhratnya". Kenapa bisa demikian??? Melalui pengamatan saya kepada teman-teman yang mempunyai pacar, waktu mereka dihabiskan untuk si pacar, uang mereka dihabiskan untuk si pacar, dan hampir semua pengorbanan di tujukan untuk si pacar. Bagi saya ini adalah hal yang sangat konyol. Lebih baik waktu, uang dan segala pengorbanan kita ditujukan untuk hal-hal yang bermanfaat bagi agama seperti waktu kita gunakan untuk beribadah kepada Alloh, uang kita sisihkan untuk berinfak dan sedekah, dan segala sesuatunya kita gunakan untuk hal-hal yang dapat mendatangkan manfaat. Kalau pacaran, dimana letak manfaat dan keuntungannya???? yang ada adalah kita mendapat dosa, karena kita menghabiskan waktu, uang dan segala hal kepada seorang yang "belum halal" bagi kita.
  • Dengan tidak berpacaran sebelum menikah, hidup akan terasa lebih tenang. Dengan melihat pengalaman teman yang mempunyai pacar, mereka sangat terbebani ketika segala aktifitas dan segala sesuatu harus berbagi dengan si pacar. Terkadang juga ada masalah yang mereka hadapi, entah cemburu, kurang perhatian dan yang lainnya yang bisa menjadi beban pikiran yang menyebabkan stress dalam hidup.
  • Agar tidak melakukan perbuatan maksiat. Hal ini dikarenakan ketika aktifitas pacaran akan sangat berpotensi untuk melakukan perbutan maksiat yang lebih besar. Kerana dalam pacaran hal yang paling diutamakan adalah mengumbar nafsu syahwat.
  • Yakin bahwa suatu saat akan dipertemukan jodohnya oleh Alloh SWT melalui jalan yang sesuai syariat yang benar.
Oke.. cukup sekian ya..itulah prinsip hidup saya. Prinsip yang harus saya jalani untuk menggapai ridho Alloh SWT. Mungkin bagi orang awam agak terasa aneh membacanya. Namun saya yakin semoga kita termsuk orang-orang yang selalu mendapat petunjuk jalan yang Alloh SWT ridhoi. Amiiin....

Wallohu'alam..

3 komentar:

Laurencius mengatakan...

Amin ya Rob, Nice artikel Teman.

Fitrianto mengatakan...

@ Laurencius: Terimaksih ya sdh kunjungi blog sy..^_^

Rohis Facebook mengatakan...

setuju...! bagi yg msh pacaran putusin aja pacarx sebelum nafas lo di putusin ma Allah! *smile

Posting Komentar