Rabu, 11 April 2012

Peringatan dari-Mu

1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al Zalzalah)




Rabu 11 April pukul 15.38 WIB, bumi Sumatera kembali berguncang. Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter berpusat di 434 km baratdaya Meulaboh. Menurut BMKG, gempa yang berkedalaman 10 km tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.
Hari ini, hampir semua mata di seluruh tanah air kembali tertuju ke bumi Serambi Makkah dan sekitarnya. Berita gempa bumi telah menyita perhatian publik dan media massa. Tampak mata ini  melihat di layar TV melihat begitu paniknya warga Aceh dan sekitarnya setelah kejadian gempa mengguncang mereka. Seolah tak ingin mengulang kejadian tsunami di akhir tahun 2004 silam, banyak warga berhamburan lari panik ke jalan-jalan raya menjauhi bibir pantai dengan mengendarai kendaraan. Alhamdulillah, sampai tulisan ini saya buat belum ada kabar korban jiwa dan bangunan yang rusak berat karena gempa serta tidak terjadi tsunami.

Sebenarnya, berita kejadian tentang gempa ini sudah terlalu sering melanda negeri ini. Hampir tiap waktu saya melihat berita berjalan di layar TV yang memberitakan kejadian gempa di tanah air. Namun, untuk berita gempa Aceh dan sekitarnya ini memang sedikit berbeda. Selain karena dalam skala yang cukup besar, gempa ini telah diperingatkan oleh BMKG akan menimbulkan tsunami, walaupun tidak terjadi. Hal inilah yang menyita perhatian publik dan media massa.

Terlepas dari itu semua, banyaknya kejadian gempa bumi yang melanda negeri ini hendaklah kita sebagai ummat Islam selalu mawas diri akan pringatan dari Alloh SWT melalui Rosul-Nya. Kerena Rosululloh SAW sejak jauh-jauh hari telah memperingatkan bahwa salah satu tanda dekatnya kiamat adalah banyaknya kejadian gempa bumi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, berkata Nabi SAW "tidak terjadi hari kiamat sehingga dihilangkannya ilmu, banyak gempa bumi...." (HR. Bukhari no.978).

Bahkan nanti, gempa maha dahsyat akan terjadi sebagai permulaan terjadinya kiamat. Dalam Al Qur'an telah disebutkan :

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat keras." (QS. Al-Hajj; 1-2)

Memang kiamat sudah semakin dekat. Hendaknya kita selalu memperbaiki diri. Tidak layak menyombongkan diri dengan menantang perintah Alloh SWT. Jadikan gempa-gempa yang melanda di berbagai tanah air dan dunia ini sebagai peringatan dari Alloh SWT kepada kita agar selalu menjaga keimanan dan ketaqwaan. Sebelum postingan ini saya tutup, saya ingin menyapa saudara-saudara saya yang berasal dari Aceh, baik sebagai teman kuliah dulu maupun sebagai teman kenalan. Buat Bang Fahrie Sadah, Kak Fadhli di Banda Aceh, Bang Arief di Aceh Timur, Fahlevi di Singkil, Akh Tri Wahyudi di Langsa dan saudara-saudaraku di seluruh Aceh dan sekitarnya, semoga Alloh SWT menguatkan iman kalian serta selalu dalam lindungan-Nya. Amiin..

Wallohu'alam

2 komentar:

Muro'i El-Barezy mengatakan...

semoga kita bisa mengambil pelajaran dengan peringatan alam ini..
seharusnya kita lebih banyak untuk berkontempelasi diri, mungkin karena dosa dosa kitalah bencana itu dtang..

naudzubillah min dzalik..

Fitrianto mengatakan...

@ Muro'i: yup..benar bang...semoga kita dapat menhgambil pelajaran ini. Semoga ini dapat kita jadikan peringatan dari Alloh SWT

Posting Komentar