Rabu, 18 April 2012

Haruskah Ku Bilang Cinta ?

Masih teringat jelas hari kemarin, ketika tiba-tiba diri ini mendownload sebuah lagu "Ku Menunggu" dari penyanyi terkenal Indonesia, Rosa. Entah perasaan darimana seketika itu aku langsung mendownload jenis lagu yang sebenarnya tidak aku kenal dalam "kamus hidupku". Yang jelas..aku masih ingat ketika aku melihat tayangan TV yang memutar lagu ini. Aku mendengarkannya...Wah..ternyata lagunya enak juga yah...bukan syairnya tapi nada-nya yang sungguh asyik di dengar..hahahaha.. Tanpa pikir panjang, langsung dech aku buka laptop, pasang modem, cari lagu itu, langsung download..Akhirnya kuputar ulang-ulang lagu itu dari dalam kamar... Sungguh aneh memang diri ini, jenis lagu yang sebenarnya tidak aku kenal dalam kamus kehidupanku tiba-tiba saja aku jadi terbuai olehnya... OMG, ikhwan macam apaan aku ini ??? Sungguh terlalu...!! ^_^. Untungnya temen-temen ikhwah kampus ga ada yang tahu.. Coba kalo ketahuan.., mereka bakal tahu siapa Fitrianto yang sebenarnya kayak apa jika lagi sendirian...Hadewh... -__-


Yang menarik dari lagu ini adalah pembawaan-nya yang ceria dan happy selalu. Ini yang membuatku senang. Selain itu ada kata-kata yang selalu di ulang-ulang yang membuat gemas saja jika mendengarnya..hohoho.. :).

"Haruskah ku bilang cinta, Hati senang namun bimbang....."

Sayair ini nih yang paling aku suka dalam lagu ini. Sungguh aneh saja diri ini ketika terus saja mengulang-ulang kata tersebut dalam lagu. Kenapa aku suka lagu ini dan terus mengulang kata-kata ini?? Mungkinkah saat ini aku sedang jatuh cinta?? Ah..ga mungkinlah...dengan siapa kalo aku jatuh cinta?? Biarkanlah waktu yang menjawabnya. Padahal sampai sekarang ini aku belum tahu dengan pasti definisi cinta itu sendiri dan bagaimana cara mengungkapkannya..???  Ah..lagu ini memang benar-benar membuatku terbuai.. :). Tapi pantsakah aku mendengar dan mengulang-ulang lagu ini?? Memang sungguh sulit bagiku untuk menghilangkannya, tapi akan kucoba...-__-

Haruskah ku billang cinta???
Ah..kata-kata gombal anak muda zaman sekarang
Bagaimana mungkin aku dapat mengucapkan kata-kata cinta?
Padahal aku sendiri belum tahu pasti arti dari cinta itu sendiri...
Ah..sungguh sempit sekali pikiranku..!

Akankah cintaku ini seperti cinta ayam?
Yang hanya menuruti nafsu sesaat?
Tanpa dapat menikmati arti cinta yang kekal?
Yang anak-anak mereka hanya mengenal ibunya tanpa mengenal siapa ayahnya?
Ah..sungguh bodohnya diri ini..!

Atau mungkin cintaku seperti lebah?
Dengan susahnya ku mengoyak-oyak sarangnya..
Yang hanya ingin merenggut nikmat madu manisnya saja..
Padahal lebahnya sendiri ku benci karena sengatannya..
Ah..cinta macam apa ini..?!

Mungkin cinta yang terbaik adalah di sisi-Mu
Haruskah ku bilang cinta kepada-Mu?
Pantaskah diri ini yang bergelimang dosa mengucap cinta kepada-Mu?
Tanpa kupinta cinta dari-Mu, sebenarnya Kau sudah mencintai hamba-hamba-Mu
Karena Kau lah Ar-Rahman dan Ar-Rahim..

11 komentar:

Muro'i El-Barezy mengatakan...

wah lagi puber nih, hehehe...

happy blogging sob

habibi daeng mengatakan...

iya, sepertinya harusss . . . ^_~

Fitrianto mengatakan...

@ Muro'i: cuma seneng denger lagunya saja koq ^_^

@ Habibi: Terimaksih sdh kunjung ke blog saya ^_^

Lentera Langit mengatakan...

wah gk boleh tuh.., ntr dimarahi mamanya hehehe... :)

Fitrianto mengatakan...

@ Lentera: Hu'u..ga boleh..ntar dimarahi..:)

BlogS of Hariyanto mengatakan...

wow..mendayu-dayu lagunya yach :)

Tatang Tajudin Ibnu Supyan mengatakan...

Lagunya memang asyik, tapi.. Antum harus ucapkan cinta, untuk seseorang yang tidak mengajakmu berma'siat kepada Sang Maha Pencipta keni'matan.
Semoga Cintamu tetap suci hingga waktu yang tidak terbatas.

<'@II< maH-Taj ^_^ !!

Fitrianto mengatakan...

@ Hariyanto: ^_^

@ Tatang: slam kenal..trimaksih sdh kunjung blog sy..Amiin..^_^

Millati Indah mengatakan...

Cinta mah bikin pusing. Dengerin lagunya aja, ga perlu dihayatin.

I'am Sadah mengatakan...

Jadi pingin dengr juga ah.. penasaran ^^

Fitrianto mengatakan...

@ Bang fahrie: waduh..koq malah jadi ikut2an..jangan bang..! -_-

Posting Komentar