Sabtu, 06 Juli 2013

Salam Cintaku Untuk Ikhwanul Muslimin Mesir

Diplomasi Indonesia diwakili oleh Sjahrir (kedua dari kiri) bertemu Hasan Al Banna

Assalamualaikum saudaraku...

Semoga Alloh SWT memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua.
Salam Cinta aku sampaikan kepada saudara - saudaraku di negeri Mesir.

Akhir-akhir ini di berbagai media di seluruh dunia sedang meliput isu pemerintahan di Mesir. Ya, Mesir. Negeri bekas Fir'aun beribu-ribu tahun lalu berkuasa. Negeri yang dijuluki sebagai negeri seribu menara kini tengah menjadi sorotan dunia.

Revolusi Mesir awal tahun 2012 silam telah mengantar seorang anak petani menjadi Presiden menggantikan era kediktatoran mantan penguasa militer di negeri itu selama lebih dari 30 tahun. Ialah Muhammad Mursi 'Issa Ayyat. Seorang rakyat biasa yang menjadi Presiden pertama kali di negeri Mesir dari kalangan non militer. Seorang pemimpin yang sangat sederhana serta religius. Menjadi presiden pertama kali di Mesir yang hafal Al Qur'an  30 Juz. Tak hanya dirinya, istri dan lima anaknya juga hafal Al Qur'an 30 Juz. Subhanalloh...

Salam cinta wahai saudaraku...

Hati ini terasa sedih, ingin sekali menangis melihat beberapa hari silam melihat pemimpin yang sholeh di negeri kalian "dipakasa" turun oleh golongan liberal, sekular, syiah dan yang membenci Islam. Negeri- negeri Arab pun seperti harimau kehilangan taringnya. Yang lebih memprihatinkan adalah Raja Arab Saudi mengucapkan selamat atas "kudeta militer" ini yang mengambil alih kekuasaan dari Mursi. Ironis..! Apa salah Mursi ??
Pemimpin yang secara sah telah kalian pilih secara langsung untuk pertama kalinya dalam sejarah negeri kalian...! Tanpa alasan yang jelas para pembenci Islam melakukan "kudeta militer" untuk menjatuhkan Mursi.
Sedikit mengutip kata-kata dari Syeikh Yusuf Al Qaradhawi :

"Bagaimana kita bisa sabar terhadap pemerintahan Husni Mubarak selama 30 tahun tapi tidak sabar terhadap pemerintahan Mursi yang baru 1 tahun?"
"Kalau Mursi turun, lalu siapa yang akan memimpin kalian setelahnya? Demi Alloh, kalian tidak akan mendapatkan semisalnya setelahnya. Yang ada hanyalah yang lebih buruk, lalu diganti lagi dengan yang lebih buruk."

Peran Ikhwanul Muslimin untuk Kemerdekaan Indonesia

Wahai saudaraku Ikhwanul Muslimin di Mesir...

Maafkanlah bangsa kami yang belum bisa membalas jasa-jasa para pendahulu kalian. Jasa - jasa pendahulu kalian yang ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa kami dari kolonialisme Belanda selama 350 tahun..!
Jasa yang teramat besar bagi kemerdekaan bangsa kami yang hampir tidak pernah di ungkap di pelajaran di sekolah-sekolah kami.
Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Tapi, dalam sejarah kami tidak dijelaskan secara rinci mengapa dan bagaimana Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia.

Ikhwanul Muslimin yang saat itu jaringannya telah tersebar, juga menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya untuk mendukung ke merdekaan Indonesia. Dan, setelah Mesir, negara-negara Timur Tengah lain pun mendukung kemerdekaan Indonesia.

Proklamator Bung Hatta pun menyatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.” 

Peran Ikhwanul Muslimin dalam kemerdekaan Indonesia, itu, masih dapat ditelusuri jejaknya dalam artikel bertajuk Ikhwanul Muslimin di Wikipedia. Di sana dicantumkan foto-foto tokoh bangsa seperti Sjahrir dan H Agus Salim yang menemui Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, untuk menyampaikan terima kasih atas dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia. 

Saat itu, untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, Ikhwanul Muslimin kerap mengerahkan massa untuk berdemonstrasi, termasuk menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Terutama, saat Indonesia sedang dalam revolusi fisik melawan kembalinya Belanda.  


Wahai Saudaraku Ikhwanul Muslimin di Mesir...
Sekali lagi aku sampaikan salam cintaku untuk kalian..
Bersabarlah kalian di jalan ini. Kuatkanlah hati - hati kalian. Kalian tidak sendiri. Doa kami selalu kami panjatkan di setiap sujud - sujud kami dalam sholat. Kalian adalah saudara kami. Dimana setiap tanah di bumi ini ada kalimat Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah, itu adalah hak seluruh kaum Muslim di dunia. Teruslah berjuang wahai saudaraku. Sesungguhnya pertolongan Alloh itu dekat. Allohu Akbar...!


Rujukan : Republika Online

7 komentar:

BlogsOf Hariyanto mengatakan...

semoga kedamaian bisa hadir di mesir :-)

fariQfitri mengatakan...

Ada ketika Islamis seharusnya tahu bahawa ujian dari Allah ini bergilir ganti dan pasti ada hikmah yang tersingkap di sebaliknya. Moga kita tiada berhenti untuk mendoakan mereka.

Fitrianto mengatakan...

@ Hariyanto: Amiin..:)

@ Akh Fariq: Moga Kejayaan Islam di masa lampau akan terulang kembali. Moga Alloh SWT memberi kita kesempatan untuk menjadi saksi akan bangkitnya Islam. Amiin. Insya Alloh.. :)

BlogsOf Hariyanto mengatakan...

Gema Takbir Menyapa Semesta,
Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Ania Maharani mengatakan...

suratnya menyentuh banget..
semoga do'a-do'a kita tak berhenti sampai di sini..
Allahummanshur ikhwanalmuslimiina wa mujahiidiina fi misry wa kullii makaan’
#PrayForEgypt #SaveEgypt

vina devina mengatakan...

iya mudah2an sih cepat berdamai tidak ada peperangan lagi

shafira lost_myangel mengatakan...

mentari masih bersinar...
kala asa kian menjulang
kala derap langkah kian menang
kala isak kian berulang

mentari pun masih bersinar...
meski gontai menyapu langkah hidup
meski peluh meratai wajah yg kian meredup
meski onak tak letih menghujam hingga mata pun mengatup

kini mentari seakan bersembunyi
sinarnya terhalang awan tebal
lelah membagi pertahanan diri
tanpa balasan diambil peduli

begitupun hidup ini
ada kala mencari tempat bernaung diri
melepas segala penat hati
hingga masa bersiap tuk bangkit kembali

mentari pun akhirnya menghilang
ditelan gemuruh pergantian masa
?
dikala asa tak lagi berkobar
dikala langkah tak lagi terdengar
dikala isak tak lagi berulang

padam...
meninggalkan tuanya zaman...

tetapi kawan,
tahukah engkau?

masih ada seberkas cahaya mentari disini
tersimpan apik didalam kotak ini

balikkan badanmu!
mentari harapan baru telah sejak lama menunggumu

jangan kau matikan cahaya asa-mu sebelum tiba saat matinya cahaya asa-mu...!

Posting Komentar